adada
Yayasan Serayu Network Indonesia
085647920404
Kaji Tiru Kampung Ilmu Hari Ke-1: Implementasi Strategis Learning to Organize pada Transformasi Sedimen Mrica dan Tata Kelola SPPG

Kaji Tiru Kampung Ilmu Hari Ke-1: Implementasi Strategis Learning to Organize pada Transformasi Sedimen Mrica dan Tata Kelola SPPG

Kegiatan Kaji Tiru merupakan bagian dari rencana strategis Yayasan No Fitu Timor Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Yayasan Serayu Network Indonesia yang menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pengembangan unit usaha berbasis komunitas. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung melalui praktik lapangan, pengelolaan usaha, hingga penerapan teknologi modern di SPPG Kampung Ilmu. Dalam kegiatan ini, tim dari NTT hadir untuk mempelajari secara langsung konsep pemberdayaan di Kampung Ilmu Serayu Network melalui beragam sentra unit usaha yang dikembangkan secara terintegrasi. Turut hadir beliau Florencio Mario Vieira, Tenaga Ahli Utama Badan Gizi Nasional (BGN) di Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, yang ikut mendampingi rangkaian kegiatan tersebut.

Program ini diadakan sebagai ruang pembelajaran mengenai empat pendekatan utama yang diterapkan di Kampung Ilmu, yaitu Learning to Know, Learning to Do, Learning to Implement, dan Learning to Organize. Konsep-konsep tersebut tidak hanya dipahami sebagai teori, melainkan langsung dipraktikkan secara nyata melalui kegiatan usaha, pengelolaan pangan, hingga penguatan organisasi masyarakat. Melalui pendekatan inilah, para peserta diharapkan mampu mengadopsi sistem kerja yang efektif untuk diterapkan di daerah asal mereka.

Perjalanan edukatif ini dimulai pada Senin, 11 Mei 2026, oleh rombongan yang terdiri dari Ibu Dian, Ristha, Ferry, Rita, Rahmi, Nina, Irvan, serta perwakilan dari Sumatera Barat yaitu M. Fauzan dan Wigi Aldira. Tujuan awal rombongan adalah SPPG Bu Pinkan untuk memulai rangkaian kegiatan awal. Setelah kegiatan di Purwokerto selesai, perjalanan dilanjutkan menuju Dusun Kemojing, Desa Panggisari, Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara guna melihat langsung program pemberdayaan masyarakat setempat yang berhasil mengolah limbah sedimen dari Bendungan Mrica. Sentra pengolahan limbah sedimen menjadi bahan baku batu bata merah ini dikelola oleh kelompok Bamba Mulya yang diketuai oleh Bapak Sarengat. Inovasi ini menarik perhatian besar dari para peserta karena tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mengurangi penumpukan debit lumpur di bendungan Mrica.

Menjelang sore hari, rombongan melanjutkan agenda kunjungan k e SPPG Merden yang lokasinya berdekatan dengan Merden Football Academy (MFA). Setibanya di lokasi, tim dari NTT disambut hangat oleh para siswa serta langsung melakukan sesi ice breaking untuk menghangatkan suasana. Kegiatan dilanjutkan ke Dapur SPPG Merden, yang uniknya SPPG ini didominasi oleh relawan perempuan yang sebelumnya menjadi kader Posyandu Desa Merden. Para peserta meninjau fasilitas, penerapan teknologi, dan konsep pemberdayaan di Dapur SPPG Merden. Di sela-sela kunjungan tersebut, seluruh rombongan berkumpul untuk saling berbagi pengalaman (sharing) sekaligus memberikan masukan serta arahan strategis agar pengelolaan di Dapur SPPG Merden dapat berjalan dengan semakin baik dan profesional.

Hari pertama Kaji Tiru ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh peserta. Mereka tidak hanya belajar mengenai teknologi dan sistem kerja modern, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana pemberdayaan masyarakat yang solid dapat dibangun melalui kolaborasi, disiplin, dan inovasi yang berkelanjutan.

(GBS/TA_YSNI)