Peninjauan Progress Pemanfaatan Sedimen Waduk Mrica di Kelompok Batu Bata Panggisari
Banjarnegara - Yayasan Serayu Network Indonesia bersama Pak Imam B. Prasodjo, perwakilan BRIN, dan Indonesia Power UBP Mrica mengadakan kunjungan ke Desa Panggisari, Kecamatan Mandiraja, dan Karangkemiri, Kecamatan Wanadadi pada (8/12). Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kemajuan inovasi pemanfaatan sedimen Waduk Mrica.
Kelompok pengrajin batu bata merah di Desa Panggisari mulai memanfaatkan sedimen Waduk Mrica sebagai bahan campuran pembuatan batu bata. Beberapa pengrajin telah menggunakan sedimen dengan rasio 15-20%. Penggunaan material ini diharapkan tidak hanya membantu mengurangi volume sedimen di waduk, tetapi juga menekan biaya produksi batu bata merah.
Bertemu Para Ibu Pejuang Keluarga
Rombongan juga bertemu dengan ibu-ibu pekerja keras di Panggisari yang setiap hari mengangkut batu bata. Mereka memperoleh 20 rupiah per batu bata dan mampu mengangkut hingga 2.000 batu bata per hari. Dengan penghasilan tersebut mereka berjuang memenuhi kebutuhan keluarga dan memberikan kisah inspiratif tentang semangat hidup yang pantang menyerah.
Selain ke Panggisari, tim juga menyambangi Karangkemiri sebagai lokasi pengerukan yang dilakukan oleh Indonesia Power UBP Mrica. Teknologi trash boom digunakan untuk mencegah masuknya sampah ke dalam waduk, sekaligus mengoptimalkan pengerukan sedimen sebagai langkah jangka panjang dalam mengurangi sedimentasi di Waduk Mrica.
Dukungan BRIN untuk Pengrajin
BRIN juga berencana memberikan dukungan kepada pengrajin dengan merancang tungku khusus untuk proses pembakaran batu bata. Alat ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menghemat energi, serta mempercepat proses pembakaran.
Kolaborasi Untuk Masa Depan
Inisiatif ini menjadi bukti pentingnya kerja sama lintas pihak untuk pemberdayaan masyarakat dan solusi berbasis lingkungan. Semoga langkah ini memberikan manfaat berkelanjutan bagi ekosistem Waduk Mrica dan kesejahteraan masyarakat di Panggisari.