Serayu Network Mengambil Peran dalam Audiensi Bersama Kemenhut RI Persoalan Perambahan Hutan
Jakarta, 24 Oktober 2025 Serayu Network mengambil peran besar dalam upaya pelestarian hutan di hulu DAS Serayu. Audiensi diprakarsai oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Pembahasan utama berupa permasalahan yang terjadi di daerah hulu DAS Serayu mulai dari perambahan hutan, konflik sosial, kerusakan DAS Serayu, hingga sedimentasi di Bendungan Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Urgensi dari pelaksanaan audiensi ini adalah menyelamatkan ekosistem kritis DAS Serayu dari kehancuran akibat perambahan hutan, yang berpotensi memicu bencana alam, kerusakan infrastruktur, dan konflik sosial yang lebih besar.
Permasalahan yang kompleks ini, memerlukan dukungan kolaboratif dari seluruh pihak terkait. Audiensi menyinergikan Kemenhut Raja Juli Antoni, Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Bappenas Abdul Malik Sadat Idris, ST, M.Eng., Bupati Banjarnegara dr. Amelia Desiana, Kepala Dinas DPKPLH Banjarnegara Herrina Indri Hastuti, S.Pt, M.Si., Senior Manager PLN IP UBP Mrica Nazrul Very Andhi, sosiolog serta penggiat konservasi DAS Serayu Imam B. Prasodjo, Administratur KPH Banyumas Timur Mochamad Risqon, Dirjen PDASRH Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum, Gakkum Kehutanan Dr. Dwi Januanto Nugroho, S.Hut., M.B.A., penggiat lingkungan Serayu Network Maman Fansyah, dan akademisi Universitas Indonesia.
Bupati Banjarnegara, Amelia Desiana menegaskan kekhawatiran di Banjarnegara terkait alih fungsi hutan. “Dalam beberapa tahun terakhir, hutan di Kecamatan Wanayasa dan Batur digunduli untuk menjadi lahan hortikultura”.
Dampaknya adalah hilangnya fungsi hutan sebagai penahan tanah. Dampak ini disampaikan langsung oleh Senior Manager PLN IP UBP Mrica mengenai kondisi Bendungan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang hanya memiliki kapasitas air 10% dan sisanya adalah sedimen. Hal ini menunjukkan darurat operasi bendungan dan risiko bencana.
Bapak Imam B. Prasodjo, turut menyoroti peran gerakan sosial oleh masyarakat melalui kampung ilmu Serayu Network yang merupakan yayasan kolaboratif strategis berbagai pihak termasuk Kementerian Kehutanan, PLN Indonesia Power UBP Mrica, Kementerian Keuangan, dan Dewan Ekonomi Nasional.
Gerakan sinergi ini menjadi komitmen kuat dalam menjalankan program kolaboratif untuk penegakan hukum atas perambahan hutan serta penggiatan gerakan penanaman pohon di DAS Serayu. Gerakan ini melahirkan harapan baru untuk penyelamatan Banjarnegara dan pencegahan bencana secara masif.
#serayunetwork