Restocking Ikan dan Konservasi DAS Serayu
Wilayah hulu di Banjarnegara kini menghadapi ancaman serius akibat longsor yang terus terjadi. Material longsoran banyak masuk ke aliran sungai, memperparah pendangkalan dan sedimentasi. Kondisi ini diperparah oleh aktivitas perambahan hutan yang telah berlangsung selama puluhan tahun, menyebabkan tutupan vegetasi menurun drastis.
Akibatnya, Bendungan Mrica — kini mengalami pendangkalan. Volume lumpur di bendungan sudah mencapai sekitar 90%, mengancam fungsi vitalnya sebagai pengatur air bagi lahan pertanian dan budidaya ikan di wilayah sekitarnya. Jika hari ini kita berbuat seperti menanam pohon (kopi, aren, hijauan pakan ternak dll), dampak nya juga tidak langsung terasa, butuh waktu tanaman bertumbuh, besar & berbuah. Tapi jika kita tidak berbuat, apa yang akan terjadi di sepuluh - dua puluh tahun kedepan?? Kelompok masyarakat dengan berbagai keterbatasan, banyak yang sudah mengambil peran, seperti Karangtaruna Desa Tempuran Kec. Wanayasa, Komunitas Bukit Petarangan Kec. Batur, FPRB Pagentan, Karangtaruna Desa Maron/Menjer Garung-Wonosobo, dan kelompok tani / ternak lainnya juga terus bergerak agar lingkungan lebih baik.
Modal sosial para kelompok masyarakat di hulu Serayu sangat besar — semangat tinggi, tapi sering terkendala minimnya dana dan prasarana. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci. Pemerintah punya program, kebijakan, dan anggaran. BUMN memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Saat semua pihak bergerak bersama, lahirlah gerakan sinergi untuk ekonomi dan lingkungan. Inilah yang terus dijahit oleh Serayunetwork — menyatukan masyarakat, lembaga, pemerintah, dan BUMN dalam satu tujuan: "Menjaga Serayu dan Menghidupkan Harapan". Apa yang sudah baik dilakukan oleh kelompok masyarakat dan pegiat lingkungan harus terus di-scale up, diperluas dampaknya, dan diduplikasi di berbagai wilayah. Dukungan pemerintah dan BUMN menjadi bagian penting dari solusi ini.
Usaha untuk lingkungan tidak bisa instan, tapi harus ada aksi dan konsistensi. Ketika hulu kita perbaiki, maka hilir akan semakin membaik. 33 desa Banjarnegara dan Wonosobo mengambil peran, melalui dukungan Perum Jasa Tirta 1 dan PLN Indonesia Power UBP Mrica melakukan penanaman pohon sejumlah 40.900 dan menebar ikan di tiga telaga ( Menjer, Merdada dan Dringo).
#konservasi #restockingikan