adada
Yayasan Serayu Network Indonesia
085647920404
Audiensi Serayu Network Bersama PLN Indonesia Power UBP Mrica, Bapak Imam B. Prasodjo, Pengrajin Batu Bata Panggisari, dan BSN ke BRIN Dorong Inovasi Pemanfaatan Sedimen Waduk Mrica

Audiensi Serayu Network Bersama PLN Indonesia Power UBP Mrica, Bapak Imam B. Prasodjo, Pengrajin Batu Bata Panggisari, dan BSN ke BRIN Dorong Inovasi Pemanfaatan Sedimen Waduk Mrica

Jakarta — Serayu Network bersama PLN Indonesia Power UBP Mrica, perwakilan pengrajin batu bata Desa Panggisari, serta Badan Standardisasi Nasional (BSN) melakukan audiensi ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Kamis (13/08). Pertemuan yang berlangsung pukul 13.00–15.30 WIB tersebut diterima oleh Prof. Dr. Cuk Supriyadi Ali Nandar, S.T., M.Eng., Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, beserta jajaran.

Audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi lintas pihak dalam merespons berbagai tantangan pengelolaan Waduk Mrica dan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu, sekaligus mendorong pengembangan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan PLN Indonesia Power UBP Mrica menyampaikan gambaran mengenai kondisi Waduk Mrica, khususnya terkait tingginya sedimentasi, perkembangan eceng gondok, serta keterkaitan kondisi kawasan hulu dan hilir bendungan. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama mengingat keberlanjutan fungsi waduk memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk pengendalian banjir, irigasi pertanian, penyediaan air, dan pembangkitan energi.

Serayu Network turut menyampaikan berbagai inisiatif yang selama ini dikembangkan bersama masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan DAS Serayu. Pendekatan yang dilakukan mencakup penguatan peran petani dan peternak, penanaman vegetasi konservasi, pemanfaatan sedimen sebagai media tanam, serta pengolahan eceng gondok menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Melalui Kampung Ilmu Serayu Network, berbagai komunitas dan kelompok masyarakat didorong untuk mengambil peran dalam kegiatan konservasi lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi yang menghubungkan masyarakat, dunia usaha, pemerintah, lembaga riset, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Salah satu inisiatif yang saat ini dikembangkan adalah pemanfaatan sedimen sebagai bahan baku batu bata oleh pengrajin di Desa Panggisari, Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara. Praktik tersebut menjadi contoh pemanfaatan material yang sebelumnya dipandang sebagai persoalan lingkungan untuk dikembangkan menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, BRIN menyampaikan komitmennya untuk turut mendukung pengembangan inovasi berbasis kebutuhan dan kondisi di lapangan. Dukungan riset akan diarahkan antara lain pada pengembangan teknologi produksi dan pembakaran batu bata serta eksplorasi pemanfaatan material lain yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya mendorong proses produksi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Pendekatan riset berbasis aksi lapangan tersebut akan dikembangkan melalui proses pengujian dan pendampingan bersama para pengrajin di Panggisari. Dengan demikian, pengembangan inovasi tidak berhenti pada tahap kajian, tetapi dapat diuji dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat. Di sisi lain, BSN turut berperan dalam mendukung aspek standardisasi produk. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi produk batu bata berbasis pemanfaatan sedimen untuk dikembangkan secara lebih terarah dengan memperhatikan aspek mutu dan standar yang berlaku.

Audiensi ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab persoalan lingkungan di DAS Serayu. Pertemuan antara masyarakat, PLN Indonesia Power, Serayu Network, BSN, dan BRIN menjadi langkah awal untuk mempertemukan pengalaman lapangan dengan dukungan riset, teknologi, dan standardisasi. Melalui kolaborasi tersebut, pemanfaatan sedimen Waduk Mrica diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari upaya pengelolaan lingkungan, tetapi juga dapat berkembang menjadi inovasi yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat di sekitar DAS Serayu.

 

(MLA/YSNI)